Bagi institusi publik, pembangunan berkelanjutan bergantung pada lebih dari peluncuran program, penerapan teknologi, reorganisasi struktur, atau perluasan kapasitas layanan. Kepemimpinan perlu mempertimbangkan hubungan tujuan publik dengan tata kelola, kapabilitas institusional, kesinambungan layanan, pengawalan sumber daya, kemampuan adaptasi, dan nilai publik jangka panjang.
Pilihan institusional dapat menimbulkan implikasi bagi kebijakan, keuangan publik, operasi, infrastruktur, teknologi, data, manusia, mitra penyampaian, komunitas, dan kewajiban masa depan. Perspektif perusahaan dapat membantu membuat hubungan tersebut lebih terlihat sebelum prioritas diterjemahkan menjadi program dan komitmen operasi.
Tujuannya bukan perluasan institusional demi perluasan itu sendiri, melainkan landasan yang lebih koheren untuk mempertimbangkan bagaimana institusi publik dapat berkembang sembari mempertahankan kapabilitas, akuntabilitas, legitimasi, dan kemampuan adaptasi yang diperlukan untuk melayani perubahan kebutuhan publik.
Lensa-lensa ini bersifat konseptual dan tidak menyeluruh. Lensa ini bukan kriteria kebijakan publik, nasihat fiskal atau investasi, persyaratan hukum, ukuran kinerja, peringkat institusional, atau jaminan perbaikan layanan, efisiensi, legitimasi, kepercayaan, ketahanan, inklusi, nilai publik, maupun hasil kemasyarakatan.